Kesempatan Kedua Chapter 9

“TANGKAP BOCAH BRENGSEK ITU!” Morgan berteriak kepada bawahannya.

 

“Hei kau.” Luffy berkata ketika dia tiba-tiba muncul di depan Helmeppo, yang hanya memandangnya beberapa detik sebelum berteriak dan mencoba melarikan diri. Luffy meraih kerahnya saat dia tersenyum lagi. “Kau punya sesuatu yang aku butuhkan.” katanya sebelum berlari melewati pintu masuk ke pangkalan.

 

“Dia menangkap Helmeppo!” teriak seorang marinir.

 

“Bawakan aku bocah topi jerami bodoh itu!”Perintah¬† Morgan. “Dan salah satu dari kalian. Temukan dan bunuh gadis kecil tadi!”

 

“Kapten. Seseorang berusaha membebaskan tahanan dari halaman!” teriak salah seorang marine yang menunjuk ke arah Coby dan Zoro.

 

“Aku dikelilingi oleh pengkhianatan!” Morgan menggeram ketika nadi menonjol di dahinya.

 

() () () ()

 

“Sekarang di mana pedang Zoro?” Luffy bertanya ketika dia berlari di dalam markas, menyeret Helmeppo bersamanya. Meskipun dia telah melakukan ini sebelumnya, dia tidak terlalu peduli untuk mengingat-ingat kamar mana yang menjadi tujuannya.

 

“Aku akan memberitahumu di mana mereka berada! Berhentilah menyeretku melintasi karpet!” pekiknya. Luffy berhenti ketika dia melihat Helmeppo, yang menunjuk ke arah mereka datang. “Kamarku di sebelah kiri. Kau baru saja melewatinya.”

 

“Kenapa kau tidak mengatakannya sebelumnya? Sekarang kita harus kembali.”

 

“Lepaskan Helmeppo dan angkat tanganmu!” teriak seorang marinir ketika dia dan rekan-rekannya mengarahkan senjata mereka ke Luffy.

 

“Tunggu sebentar.” Kata Luffy sebelum menempatkan Helmeppo di antara dia dan marinir dan tersenyum. “Sekarang kau bisa menembak.”

 

“TIDAK, TIDAK, TIDAK, TIDAK! TAHAN TEMBAKAN KALIAN!” Helmeppo menjerit ketika Luffy menggunakannya untuk menjadi tameng melewati marinir.

 

() () () ()

 

Coby sudah berada di halaman, mencoba melepaskan tali Zoro dari tiang.

 

“Kau ingin mati nak? Jika mereka menangkapmu, mereka akan langsung membunuhmu.” Kata Zoro.

 

“Aku tidak bisa hanya duduk dan melihat perilaku marine ini lagi. Mereka mencoreng nama marine sejati.”

 

“Dengar nak. Aku punya 10 hari lagi sampai-“

 

“Lebih tepatnya sepuluh menit. Mereka akan segera mengeksekusi mu.”

 

“Apa?” Zoro bertanya dengan matanya melebar.

 

“Helmeppo tidak akan pernah menghormati kesepakatan mu. Sekarang kau hanya menunggu kematian jika kau tinggal di sini.” Kata Coby. “Di dalam Luffy dikejar-kejar oleh marine. Aku tidak akan memintamu untuk menjadi bajak laut, tapi tolong bantu dia sekali ini saja. Kau memiliki kekuatan besar dan pasti bisa membantunya. Luffy satu-satunya kesempatanmu untuk keluar dari sini, sama seperti kau satu-satunya yang bisa membantunya keluar. “

 

“Tahan di sana!” teriak Morgan ketika marine mengarahkan senjata ke arah mereka. Zoro dan Coby menatapnya dengan kaget.

 

() () () ()

 

“Ya. Ini jelas kamarmu.” Luffy berkata ketika dia melihat sekeliling ruangan feminim milik Helmeppo. Dia segera menemukan pedang Zoro dan tersenyum ketika dia berjalan menghampiri mereka. “Ketemu. Terima kasih atas bantuanmu.” katanya sebelum dia menjatuhkan Helmeppo yang tidak sadarkan diri ke lantai. Dia kemudian mengikat pedangnya ke punggungnya, lalu berjalan ke jendela, melihat Morgan dan marine bersiap-siap untuk membunuh Zoro dan Coby. “Lebih baik aku segera ke sana.” katanya sebelum merentangkan tangannya dan terbang ke luar jendela.

 

“Tembak!” Teriak Morgan sebelum para marine menembak. Zoro dan Coby memalingkan muka mereka, menyangka akan mati. Tapi tak satu pun dari mereka yang menyangka Luffy akan muncul di hadapan mereka dan menghalangi peluru.

 

“APA?!”

 

“LUFFY TIDAK!”

 

“TOPI JERAMI!”

 

Luffy hanya tersenyum ketika semua peluru hanya memelarkan beberapa titik tubuhnya sebelum dia memantulkan semuanya, tertawa dan berkata bahwa itu sia-sia ketika marine merunduk untuk menghindari terkena peluru dari tubuh Luffy. Zoro hanya menatapnya ketika dia bertanya siapa dia. Luffy berbalik dengan senyum dan jempol ke atas. “Namaku Luffy. Dan aku adalah orang yang akan menjadi Raja Bajak Laut.”

 

“Apakah kau tahu apa artinya itu?” Zoro bertanya.

 

“Raja Bajak Laut berarti Raja Bajak Laut.” Luffy menjawab.

 

“Kedengarannya memang gila, tapi dia benar-benar serius.” Coby berkata ketika Luffy melepaskan ikatan pedang di punggungnya dan memegangnya di depan Zoro.

 

“Aku menemukan pedang untukmu. Ada tiga ketika aku menemukannya, jadi aku mengambil semuanya. Apakah mereka semua milikmu?” dia bertanya, berpura-pura bodoh karena dia sudah tahu jawabannya.

 

“Sebenarnya mereka semua milikku. Aku menggunakan Seni tiga pedang.” Kata Zoro, menggerakkan lengannya di sekitar ikatannya.

 

“Baiklah. Aku akan melepaskanmu. Tapi jika kau bertarung sekarang, kau akan dicap sebagai kriminal di mata marine. Jadi ini bertarung atau mati. Bagaimana?”

 

“Hmph. Sepertinya aku tidak punya pilihan ya?” Zoro berkata sambil tersenyum. “Baik. Aku ikut.”

 

“YES! Lihat Coby! Aku punya kru pertamaku!” Kata Luffy sambil menari-nari. Dia selangkah lebih dekat untuk mengumpulkan krunya lagi.

 

“Berhenti menari dan lepaskan aku, tolol!” Teriak Zoro. Luffy berhenti dan mencoba melepaskan Zoro, sementara Morgan memerintahkan anak buahnya untuk menyerang.

 

“Jika senjata tidak berfungsi, gunakan pedangmu!” dia berteriak. Segera, semua marinir menyerang mereka, siap untuk menebas Luffy. Luffy pura-pura membuka ikatan, menunggu sampai mereka cukup dekat.

 

“Ya ampun, ini sangat kencang.” Kata Luffy.

 

“Berhenti main-main!” Kata Zoro.

 

“Oke, satu lepas.” Luffy berkata sambil melepaskan ikatan lengan kirinya.

 

“Berikan pedangku sekarang!” Zoro menjerit. Luffy memberikan pedangnya, yang digunakannya dalam sekejap mata untuk memotong tali yang tersisa, melepaskan pedang lainnya, dan menghentikan serangan para marine di tengah ayunan.

 

“Whoa!” Kata Coby, sementara Luffy hanya tersenyum.

 

“Bergerak dan kau mati.” Zoro mengancam melalui giginya yang terkatup, menyebabkan marine lainnya berteriak ketakutan.

 

“Mengerikan.”

 

“Baiklah. Aku sudah melawan marinie. Ini secara resmi membuatku menjadi wanted criminal, jadi aku akan bergabung denganmu sebagai bajak laut. Tapi aku hanya akan mengatakan ini sekali saja. Meskipun aku berlayar di bawahmu, aku hanya peduli tentang ambisiku.”

 

“Dan itu?” Luffy bertanya, mengetahui jawabannya.

 

“Untuk menjadi pendekar pedang terhebat di dunia. Dan jika kamu membuatku melepaskan mimpiku karena alasan apa pun, aku akan memotongmu di tempat kau berdiri. Paham?”

 

Luffy hanya tersenyum, mengingat pidato ini sebelumnya ketika dia mengangguk. “Mengerti. Dan itu cocok untukku. Raja Bajak Laut seharusnya hanya memiliki yang terbaik pada krunya.”

 

“Heh. Kau cukup sombong.” Kata Zoro sambil tersenyum.

 

“Kenapa kalian masih berdiri ?!” Teriak Morgan. “Bunuh mereka semua sekarang!”

 

“Zoro. menunduk.” Kata Luffy sebelum dia memelarkan kakinya ke belakang. Zoro segera menurutinya, kemudian Luffy berkata “Gum Gum … WHIP!” kakinya meregang dan menyapu marine di depannya. Zoro hanya menatapnya sambil bertanya, mahluk apa dia. “Aku makan buah Gomo-gomu no mi.” Kata Luffy, menbiarkan Zoro untuk menatapnya. Morgan menyipitkan matanya ketika dia ingat rumor tentang buah Iblis. Dimana dengan makan satu akan memberimu kekuatan Iblis Laut, tetapi membuat lautan menolak pemakannya dan mengambil kemampuanmu untuk berenang.

 

“Gum Gum fruit Ini gila!” salah satu marinir berkata, membuat Morgan keluar dari pikirannya. Dia mendengarkan ketika para marine mulai mengatakan bahwa mereka terlalu kuat untuk dikalahkan dan tidak memiliki peluang untuk melawan mereka berdua.

 

“INI ADALAH PERINTAH! MEREKA YANG MENYERAH, AMBIL SENJATA KALIAN DAN TEMBAK DIRI KALIAN SENDIRI!” Morgan berteriak. Semua marinir menatapnya saat dia melanjutkan. “AKU TIDAK BUTUH PRAJURIT PENAKUT DAN LEMAH SEPERTI KALIAN!”

 

“Satu-satunya yang lemah di dini adalah kau.” Kata Luffy sambil melotot ke arah Morgan. Luffy menyeringai ketika Morgan balas melotot sampai beberapa pembuluh darah mulai menjulur di wajah dan lehernya. Dia tampak murka saat dia melepaskan mantelnya.

 

[Sebelumnya] [Daftar isi] [Selanjutnya]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *