Thunder Demon Luffy Chapter 11

Luffy dan Zoro sedang melakukan perjalanan menuju Orange Town dengan kecepatan sekitar 120 km/h dengan ketinggian 6 meteri diatas air. Zoro berbaring di awan, sedang tidur siang sementara Luffy duduk di kursi mewahnya dengan segelas wiski di tangannya menatap langit. Luffy kemudian berbalik memandang Zoro yang sedang tidur dan berbicara.

 

“Oi, bangun,” kata Luffy menyebabkan Zoro membalikkan badannya sambil menggumamkan sesuatu yang tidak bisa dipahami Luffy. Luffy kemudian mengeluarkan senyuman jahil di wajahnya sebelum mengarahkan jari telunjuk kanannya ke Zoro. Di ujung jari telunjuk Luffy, percikan listrik berwarna biru dapat terlihat terbentuk, kemudian sambaran petir meluncur dari jari Luffy dan menghantam ke punggung Zoro yang menyebabkannya menjerit kesakitan. Zoro segera melompat berdiri dengan ketiga pedangnya dikeluarkan siap untuk berkelahi. Luffy mengeluarkan ekspresi geli di wajahnya saat dia memandang Zoro, dia tertawa kecil sebelum berbicara dengan kru pertamanya. “Tenang Zoro, itu aku,” kata Luffy membuat Zoro menyarungkan pedangnya sebelum berteriak pada Luffy.

 

“Kenapa kau melakukan itu !?” Zoro bertanya / berteriak.

 

“Aku mencoba membangunkanmu dengan cara normal tetapi kau tidak bangun jadi aku harus memikirkan cara kreatif,” kata Luffy sambil menyesap wiski. Dia kemudian melemparkan cangkir ke arah Zoro sebelum berbicara lagi, “Barel di sebelah kanan mu berisi makanan dan yang di sebelah kiri mu berisi minuman keras,” kata Luffy sambil menunjuk ke dua barel yang diberikan Lucky Roo kepadanya.

 

Zoro berterima kasih padanya sebelum mengambil beberapa daging dari barel untuk dimakan bersama dengan secangkir minuman keras untuk diminum. Sementara Zoro sedang makan, Luffy berpikir ini ide yang bagus untuk memberitahu rencananya pada Zoro ketika mereka tiba di Orange town nanti. “Kita akan tiba di Orange Two dalam waktu sekitar tiga puluh menit. Bajak laut yang akan kita temui di sana adalah Buggy ‘The Clown’, dia memiliki 15.000.000 beli di kepalanya,” kata Luffy membuat Zoro memperhatikan dengan ekspresi serius di wajahnya sebelum berbicara.

 

“Dan mengapa kita menemuinya?” Zoro bertanya dengan alis terangkat. Luffy menyesap wiskinya sebelum menjawab.

 

“Aku banyak mendengar tentang dia dari mentor ku, jadi jika dia seorang bajak laut yang baik seperti yang aku harapkan. Maka aku akan memintanya untuk bergabung dengan ku. Namun, jika tidak, kita akan menghajarnya dan menguangkan bountynya dan krunya, “kata Luffy sambil menyeringai. Zoro menggigit sepotong daging yang ada di tangannya sebelum memberikan pendapatnya pada Luffy.

 

“Dan bagaimana jika dia adalah bajak laut yang kau harapkan, tetapi dia tidak ingin bergabung denganmu?” Zoro bertanya.

 

“Sederhana, kita menghajarnya dan menguangkan bountynya,” kata Luffy membuat Zoro tertawa. “Mulai sekarang, siapa pun yang kita temui dengan bounty di kepala mereka, kita akan menguangkan bounty mereka. Di awan ini sekarang ada 800 juta beli yang aku dapatkan dari beberapa bajak laut di Grand Line,” kata Luffy membuat Zoro memuntahkan semua minuman keras yang ada di mulutnya dan menatap Luffy dengan mata sebesar piring makan.

 

“800 … 800 … juta beli?” Zoro bertanya dengan suara terkejut dan Luffy mengangguk sebelum berbicara.

 

“Iya, aku berencana untuk menguangkan semua bajak laut yang memiliki bounty besar di East Blue sebelum kita menuju ke Grand Line. Aku sangat ragu kita akan menemukan kapal yang cocok dan cukup kuat untuk berlayar di laut Grand Line, sehingga sebagian besar uang itu akan dihabiskan untuk membeli kapal baru, memperbaikinya, dan akhirnya kita akan membutuhkan yang baru. Namun, jika kita beruntung dan menemukan kapal yang cukup kuat untuk berlayar di Grand Line, maka yang perlu kita khawatirkan berikutnya hanyalah perbaikan, “kata Luffy. anggukan dari Zoro mengatakan dia mengerti.

 

“Yang bisa dikatakan, mendapatkan kapal dan perawatannya adalah tanggung jawabku sebagai Kapten, dan untuk kru ku, apabila setiap musuh yang mereka kalahkan memiliki bounty di kepalanya maka orang yang mengalahkan boleh mendapat uang dari bounty musuhnya. Harta dari jarahan dibagi secara rata pada semua kru,” kata Luffy. Zoro minum minuman keras terakhirnya sebelum berbicara.

 

“Itu terdengar bagus Kapten,” kata Zoro sambil tersenyum membuat Luffy juga tersenyum. Mereka berdua melakukan perjalanan sekitar sepuluh menit lagi, sebelum akhirnya mencapai pantai Kota Orange, atau yang dulunya bernama Kota Orange. Karena seluruh kota tampak seperti dilewati oleh tornado. Zoro dan Luffy turun dari awan dan mulai berjalan ke kota. Sambil berjalan, Luffy mengirim perintah ke awan untuk tetap berada di langit di sekitar pulau. Ketika mereka sampai ke kota, mereka menyadari bahwa kota itu telah ditinggalkan, tidak ada satupun jiwa yang terlihat. Satu-satunya hal di sana adalah banyak rumah yang hancur dan bangunan yang dirusak. Luffy menghela nafas dan memiringkan tangannya sedikit ke bawah untuk membayangi matanya sebelum dia berbicara dengan nada mengancam yang dingin.

 

“Kelihatannya Buggy bukan pria yang kubayangkan,” kata Luffy ketika mereka terus berjalan melewati kota, “Sepertinya kita akan 15 juta beli lebih kaya, daripada kita beberapa menit yang lalu,” kata Luffy menyebabkan Zoro terkekeh. .

 

“Mudah-mudahan ada seseorang yang kuat di krunya untuk menjadi lawanku,” kata Zoro sambil meletakkan tangannya di atas pedangnya. Luffy dan Zoro menghentikan percakapan mereka ketika melihat sekelompok orang yang berlari ke arah mereka. Tampaknya tiga anggota kru Buggy mengejar seorang gadis seusia Luffy. Gadis itu memiliki rambut pendek dengan helai rambut keriting di sisi kiri wajahnya dan tingginya sekitar 170 cm.

 

Dia mengenakan rok mini oranye dengan dua cincin putih di setiap sisi yang diisi dengan jeruk dan kemeja putih lengan pendek dengan garis-garis biru. Zoro dan Luffy memandangi kelompok itu dengan ekspresi penasaran di wajah mereka, ketika kelompok itu semakin dekat, Luffy melihat sebuah kertas yang tergulung di tangan gadis itu yang ukurannya seperti peta. Saat itulah Luffy mengerti mengapa dia dikejar, Gadis ini pasti telah mencuri peta penting dari Buggy dan sekarang dia akan membunuhnya.

 

‘Oh well, itu bukan urusanku,’ pikir Luffy ketika mereka terus berjalan maju. Ketika kelompok itu semakin dekat, Luffy melihat seringai jahat di wajah gadis itu ketika dia melihat Luffy dan Zoro dan tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menghela nafas, ‘Gadis ini akan melibatkan kita pada masalahnya, bukan?’ Luffy bertanya pada dirinya sendiri. Saat Luffy selesai berpikir, gadis itu berhenti di depannya dan berbicara dengan nada yang lega.

 

“Oh, hei, bos! Terima kasih sudah datang untuk menyelamatkanku,” kata gadis itu sambil mengangkat alisnya dari Zoro dan Luffy serta ketiga perompak yang mengejarnya. Sebelum Luffy memiliki kesempatan untuk mengatakan apa pun, gadis itu berbicara lagi, “Mereka semua milikmu sekarang, selamat bersenang-senang!” katanya sebelum berlari. Luffy menghela nafasnya sebelum dia memandang Zoro dan mengangguk. Sebelum ketiga perompak itu tahu apa yang menghajar mereka, mereka sudah terbaring di lantai dengan genangan darah di sana, sementara Zoro berdiri di belakang mereka memasukkan kembali pedangnya.

 

“Sungguh menyebalkan,” kata Zoro sambil menatap Luffy, “Bukannya kau bilang aku satu-satunya anggota kru mu,” kata Zoro kepada Luffy.

 

“Memang benar,” kata Luffy sambil mengarahkan pandangannya ke atas atap salah satu rumah dan terus menatap ke sana.

 

“Lalu siapa gadis itu?” Zoro bertanya ketika dia berjalan dan berdiri di sebelah Luffy dan memandang atap rumah untuk melihat apa yang kaptennya lihat.

 

“Entahlah,” kata Luffy. Ketika dia mengatakan itu, gadis yang sebelumnya, menjulurkan kepalanya di atas atap untuk mengintip dan melihat apakah Luffy dan Zoro sudah mati. Namun gadis itu terkejut, karena mereka masih hidup dan tiga perompak yang sebelumnya mengejarnya berbaring di tanah hanya beberapa inci dari kematian.

 

[Sebelumnya] [Daftar isi] [Selanjutnya]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *