Thunder Demon Luffy

Thunder Demon Luffy Chapter 12

Gadis itu kemudian menatap Luffy dan menggigil ketika matanya bertemu dengan mata dingin bocah laki-laki yang menggunakan topi jerami itu. Gadis itu kemudian melihat ketiga bajak laut yang hampir mati sebelum berbicara.

 

“Kalian benar-benar kuat!” katanya ketika dia melompat turun dari atap dan mendarat di balkon rumah. “Meskipun kalian kalah jumlah dan mereka memiliki pedang, kalian bisa mengalahkan mereka,” kata gadis itu. Luffy terus menatapnya tanpa emosi di wajahnya sebelum dia berbicara.

 

“Itu gadis yang menjebak kita beberapa menit yang lalu,” kata Luffy. “Siapa kau?” Luffy bertanya menyebabkan gadis itu tersenyum lebar sebelum menjawab.

 

“Aku seorang pencuri berbakat yang mencuri hanya dari bajak laut, namaku Nami!” Dia berkata dengan gembira. Luffy hendak berbicara, tetapi sebelum dia bisa, gadis itu berbicara lagi dengan nada bersemangat. “Hei! Apakah kalian ingin bekerja sama denganku !?” Gadis itu bertanya terdengar sangat bersemangat dengan hasil yang akan dia dapatkan. Luffy berbalik bersiap untuk pergi sebelum dia berbicara.

 

“Terima kasih atas tawarannya tetapi aku tidak membutuhkan pencuri, terutama orang yang membahayakan nyawa dua warga sipil tak berdosa hanya untuk menyelamatkan nyawanya sendiri,” kata Luffy sebelum berjalan pergi dengan Zoro. Nami mengepalkan tinjunya dan menatap tanah dengan perasaan sedikit malu ketika Luffy mengatakan itu. Dia kemudian mendongak untuk melihat Luffy dan Zoro berjalan pergi, ini adalah dua orang yang sangat kuat yang benar-benar dapat membantunya dalam mencapai tujuannya dan dia tidak akan membiarkan kesempatan seperti ini sia-sia hanya karena mereka melihat bagian dari dirinya yang benar-benar bukan dia. Dia melompat dari balkon dan berteriak pada mereka sambil berlari untuk mengejar mereka.

 

“Tunggu! Tunggu! Aku tidak seperti itu!” Nami berteriak sambil berlari ke arah mereka, “Setidaknya pikirkan tentang tawaranku sebentar sebelum kau menolaknya,” katanya ketika dia akhirnya menyusul mereka. Luffy dan Zoro berhenti berjalan dan berbalik ke arahnya sebelum Luffy berbicara.

 

“Dengar Nami, aku yakin kau adalah gadis yang baik dan lainnya, tetapi seperti yang aku katakan sebelumnya, aku tidak membutuhkan pencuri. Kecuali kau memiliki keterampilan lain yang mungkin berguna di laut lepas, bila tidak ada kita tak prlu bekerja bersama,” kata Luffy sambil menghela nafas. Dia tahu dia tidak bisa menilai Nami berdasarkan pertemuan pertama tadi, itu tidak adil untuknya. Nami kemudian tersenyum lebar yang mengatakan pada Luffy bahwa dia memiliki keterampilan yang mungkin berguna.

 

“Aku navigator paling terampil yang pernah kau temui!” Nami berkata dengan bangga dengan senyum lebar di wajahnya. Luffy menatapnya dan tersenyum kembali sebelum berbicara.

 

“Seorang navigator? Sekarang itu adalah orang yang aku cari,” kata Luffy membuat senyum Nami semakin melebar, tetapi senyumnya segera menghilang ketika Luffy berbicara lagi. “Bagaimana kalau kau bergabung dengan kru ku. Aku sedang mencari seorang navigator,” kata Luffy. Saat dia berkata seperti itu Nami berhenti tersenyum dan berteriak pada Luffy.

 

“Tidak!” katanya membingungkan Luffy, “Aku tebak kalian berdua bajak laut?” dia bertanya, mendapat anggukan dari Luffy dan Zoro. Nami mengepalkan tinjunya dan berteriak pada Luffy dan Zoro, “Tidak ada apa pun di dunia ini yang aku benci lebih dari bajak laut! Aku hanya suka uang dan jeruk!” Dia berteriak menyebabkan Luffy menatapnya dengan mata sedih. Jelas bahwa bajak laut melakukan sesuatu padanya atau seseorang yang dekat dengannya. Itu adalah kejadian umum di dunia ini, bajak laut menyerang sebuah desa dan menghancurkan kehidupan banyak orang tak bersalah yang menyebabkan mereka mengembangkan rasa kebencian terhadap semua bajak laut. Luffy meletakkan tangannya di bahu Nami sebelum dia berbicara padanya dengan suara yang lebih nyaman daripada suaranya yang dingin tanpa emosi.

 

“Kau tahu tidak semua bajak laut itu jahat seperti yang kau temui,” kata Luffy menyebabkan Nami menatapnya dengan mata terbelalak.

 

“Bagaimana kau tahu aku telah bertemu bajak laut yang jahat !?” Nami bertanya / berteriak. Luffy menghela nafas dan melihat sekeliling sebelum dia berbicara.

 

“Jangan bicara di tempat terbuka seperti ini. Aku yakin kau tidak ingin bajak laut Buggy menemukanmu,” kata Luffy ketika dia mulai berjalan menuju salah satu rumah yang sudah  ditinggalkan. Zoro, yang tetap diam sepanjang kegaduhan ini mengikuti kaptennya ke dalam rumah dan di belakangnya, Nami yang sangat bingung dan marah juga mengikuti Luffy. Kelompok itu memasuki rumah yang ditinggalkan sebuah keluarga dengan harapan bisa menjauh dari Buggy. Ada foto-foto di dinding sebuah keluarga dengan empat orang foto bersama, dengan sebuah lemari berisi minuman keras, Luffy memutuskan untuk memeriksanya. Saat memeriksa lemari, mata Luffy selebar piring makan, Zoro memperhatikan dan memutuskan untuk memeriksa kaptennya.

 

“Kamu baik-baik saja di sana, Kapten?” Zoro bertanya. Luffy mengambil botol dari kabinet dan menunjukkannya kepada Zoro sebelum dia berbicara.

 

“Ini sebotol Suntory Yamazaki Single Malt Whiskey berumur 12 Tahun!” Luffy berkata dengan penuh semangat menyebabkan Zoro dan Nami memutar mata pada perilakunya.

 

“Ya terus kenapa? Itu hanya whiskey,” kata Nami membuat Luffy kaget dan sdikit marah.

 

“Hanya wiskey? HANYA WHISKEY !?” Luffy berteriak mengejutkan Nami dan Zoro. Dalam waktu singkat Zoro mengenal Luffy, dia jarang melihat Luffy mengekspresikan emosinya. Jadi, untuk melihatnya di sini sekarang mengeluarkan ekpresi selain dingin dan tenang adalah sesuatu yang Zoro tahu dia tidak akan melihatnya lagi untuk beberapa lama. “Botol wiski ini harganya 250.000 belly!” Luffy berteriak membuat kedua mata Zoro dan Nami melebar mendengar harganya. Mata Nami seketika berubah menjadi tanda beli karena berpikir untuk menjual botol itu.

 

Luffy menyadari tatapan mata Nami dan segera berteriak padanya. “Jangan coba-coba Nami?” dia berteriak menghilangkan pikiran di kepala nami. Luffy kemudian berjalan ke meja ruang makan, duduk dan menuangkan wiski ke dalam gelas. Dia melihat ke arah Zoro untuk melihatnya dengan sebotol sake di tangannya saat dia duduk di sebelah Luffy dan menebak bahwa Zoro lebih memilih sake daripada wiskey. Luffy kemudian menatap Nami yang tidak duduk di sebelah mereka memilih untuk berdiri di dekat jendela dan melihat keluar. Luffy menyesap minumannya dan tersenyum merasakan rasanya. Dia terganggu saat menikmati whiskey oleh suara Nami.

 

“Jadi, apakah kau akan memberitahuku bagaimana kau tahu aku bertemu bajak laut yang jahat?” Dia bertanya. Sebelum Luffy dapat menjawab pertanyaannya, Nami berbicara sekali lagi, “Sejauh yang aku ketahui, semua bajak laut tidak lebih dari sampah. Yang mereka lakukan adalah menghancurkan kehidupan orang yang tidak bersalah dan kemudian pergi dengan bahagia,” kata Nami dengan rasa kemarahan dan benci dalam suaranya. Sebelum dia bisa berbicara lagi, Luffy memutuskan untuk mengatakan sesuatu.

 

[Sebelumnya] [Daftar isi] [Selanjutnya]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *